Galeri

SMA Negeri 4 Pekalongan
SDN Kuripan lor 2
MGMP Sejarah Kota Pekalongan
SDIT Ulul Albab Pekalongan
SMA Negeri 3 Pekalongan

Senin, 22 Juli 2019

Sejarah Indonesia XI MIPA



Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

perburuan mutiara hitam dari timur




Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Nusantara

Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah dicari bangsa Eropa karena manfaatnya sebagai penghangat dan bisa dijadikan pengawet makanan. Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada saat itu. Dari faktor-faktor itu, banyak Bangsa Eropa yang berusaha untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia.

Peta Konsep

Portugis
Bartholomeus Diaz melakukan penjelajahan samudra dan sampai di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1488. Penjelajahan lalu diteruskan Vasco da Gama yang sampai di Gowa (India) pada 1498, lalu pulang ke Lisboa, Portugal, dengan membawa rempah-rempah. Portugis pun semakin gigih dalam mencari sumber rempah-rempah. Untuk itu, Portugis melanjutkan ekspedisi ke timur yang dipimpin Alfonso d’Albuquerque untuk menguasai Malaka. Ia berhasil menguasai Malaka sebagai pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara pada 10 Agustus 1511.

Spanyol
Orang Spanyol yang pertama kali melakukan penjelajahan samudra adalah Christopher Columbus. Ia berlayar ke arah barat melewati Samudra Atlantik sesuai Perjanjian Tordesillas menuju India sekitar tahun 1492-1502. Ternyata ada kesalahan, karena sebenarnya ia sampai di benua Amerika; yang ia pikir adalah India. Penjelajahan berikutnya dilakukan Magelhaens dari Spanyol ke barat daya melintasi Samudra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika, kemudian melewati Samudera Pasifik dan mendarat di Filipina pada tahun 1521. Pelayaran Magelhaens berpengaruh bagi dunia ilmu pengetahuan karena dirinya berhasil membuktikan bahwa bumi itu bulat. Penjelajahan Magelhaens kemudian dilanjutkan Sebastian del Cano. Pada 1521, Sebastian del Cano berhasil berlabuh di Tidore, namun kedatangan mereka dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk menyelesaikan permasalahan keduanya, Portugis dan Spanyol melakukan Perjanjian Saragosa pada 1529.

Belanda
Pada 1596, Cornelis de Houtman berhasil mendarat di Banten. Sikap Belanda yang kurang ramah dan berusaha memonopoli perdagangan di Banten membuat Sultan Banten saat itu marah. Akibatnya, ekspedisi ini terbilang gagal. Sekitar 1598-1600, pedagang Belanda mulai berdatangan kembali. Kedatangannya kali ini dipimpin Jacob van Neck. Ia berhasil mendarat di Maluku dan membawa rempah-rempah. Keberhasilan van Neck menyebabkan semakin banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia.

Inggris
Masuknya bangsa Inggris ke Indonesia juga bertujuan mencari rempah-rempah. Tokoh penjelajahnya adalah Sir Henry Middleton dan James Cook. Henry Middleton mulai menjelajah di tahun 1604 dari Inggris menyusuri perairan Cabo da Roca (Portugal) dan Pulau Canary. Henry Middleton lanjut menuju perairan Afrika Selatan hingga Samudra Hindia. Ia sampai di Sumatra, lalu menuju Banten di akhir 1604. Ia berlayar ke Ambon (1605) lalu ke Ternate serta Tidore dan mendapat rempah-rempah, seperti lada dan cengkeh. Sedangkan ada James Cook sampai ke Batavia tahun 1770, setelah dari Australia.

Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Nusantara

Di antara bangsa-bangsa tersebut, Belanda merupakan negara yang cukup lama berada di Indonesia. Hingga akhirnya mereka membuat perusahaan dagang di Indonesia. Meski telah bangkrut, sampai sekarang, perusahaan ini tercatat sebagai salah satu perusahaan terkaya di dunia lho. Ada yang bisa menebak nama perusahaannya?
Vereenigde Oostindische Compagnie atau lebih dikenal dengan VOC merupakan perusahaan dagang tersebut. VOC didirikan pada 20 Maret 1602 oleh Johan van Oldenbarnevelt. Kepemimpinannya dipegang oleh 17 orang pemegang saham (Heeren Zeventien) yang berkedudukan di Amsterdam. Tujuan pembentukannya adalah:
(1) menghindari persaingan sesama pedagang Belanda.
(2) Memperkuat Belanda dalam persaingan dengan Bangsa Eropa lain.
(3) Memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia.

Keberadaan VOC tidak hanya sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik. VOC memiliki hak octrooi, yaitu monopoli perdagangan, mencetak mata uang sendiri, mengadakan perjanjian, menyatakan perang dengan negara lain, menjalankan kekuasaan kehakiman, memungut pajak, memiliki angkatan perang, dan mendirikan benteng. VOC pun memiliki beberapa kebijakan, yaitu:
1. Contingenten: pajak wajib berupa hasil bumi yang langsung dibayarkan ke VOC.
2. Verplichte leverantie: penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC. Kebijakan ini berlaku di daerah jajahan yang tidak secara langsung dikuasai VOC, misalnya Kesultanan Mataram.
3. Ekstirpasi: menebang kelebihan jumlah tanaman agar produksinya tidak berlebihan sehingga harga dapat dipertahankan.
4. Pelayaran hongi: Pelayaran dengan perahu kora-kora untuk memantau penanaman dan perdagangan rempah-rempah oleh petani.

Pada tahun 1799, VOC bangkrut karena pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi, menanggung utang akibat perang, dan kemerosotan moral para pegawai. Dengan dibubarkannya VOC, maka kekuasaannya di Indonesia kemudian diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda yang saat itu dikuasai Perancis.

Masa Pemerintahan Republik Bataaf
Kerajaan Belanda dipimpin Louis Napoleon, yang merupakan adik Napoleon Bonaparte, mengangkat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada tahun 1808 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Tugas lainnya adalah memperbaiki nasib rakyat selaras dengan cita-cita Revolusi Perancis. Adapun kebijakan Daendels adalah:

Sisi negatif pemerintahan Daendels adalah membiarkan terus praktik perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di Jawa yang buruk, sehingga menimbulkan banyak perlawanan. Daendels ditarik ke Eropa, lalu digantikan Gubernur Jenderal Janssens pada tahun 1811. Masa pemerintahannya tidak lama, karena pasukan Inggris datang menyerang. Janssens dan pasukannya menyerah dengan ditandatanganinya Perjanjian Tuntang, sehingga selanjutnya Nusantara berada di bawah kekuasaan Inggris.

Masa Pemerintahan Inggris
Pada 1811, pimpinan Inggris di India, Lord Minto, memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berada di Penang untuk menguasai Pulau Jawa. Penjajahan bangsa Inggris tidak berlangsung lama. Sejak 1816 Inggris menyerahkan kembali kekuasaannya kepada Belanda. Indonesia kembali berada di bawah kekuasaan Belanda.
kebijakan thomas stamford raffles

Masa Pemerintahan Belanda
Van der Capellen ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, menerapkan kebijakan dalam menghapuskan peran penguasa tradisional, menerapkan pajak yang memberatkan rakyat, sehingga muncul banyak perlawanan dari rakyat. Belanda juga mengutus Johannes van den Bosch untuk meningkatkan penerimaan negara Belanda yang kosong akibat perang dengan masyarakat Nusantara dan Bangsa Eropa lainnya.
Van den Bosch memberlakukan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) sejak tahun 1830. Penerapan cultuur stelsel banyak mengalami penyimpangan, seperti waktu tanam yang melebihi usia tanam padi, tanah yang seharusnya bebas pajak tetap kena pajak, hingga rakyat harus menyediakan sampai setengah tanahnya. Meski begitu, Tanam Paksa juga berdampak positif karena rakyat Indonesia mengetahui jenis-jenis tanaman baru dan mengetahui cara tanam yang baik.


Pada tahun 1870 Tanam Paksa dihapus dan diganti Politik Pintu Terbuka yang tertuang dalam UU Agraria 1870 yang mengatur tentang kepemilikan tanah pribumi dan pemerintah. Di sini, mulai diberlakukan politik pintu terbuka, investor asing mulai muncul, terjadi pengembangan usaha perkebunan di luar Jawa, dan sistem kerja paksa diganti dengan sistem kerja bebas.

Perkembangan Agama Kristen
Agama Katolik dibawa oleh kaum misionaris Portugis, salah satunya St. Fransiskus Xaverius (1506-1552) yang mengunjungi Ambon, Ternate dan Halmahera pada tahun 1546-1547. Selain Portugis, Belanda juga menyebarkan agama Protestan oleh Ludwig Ingwer Nommensen. Ia berhasil melakukan kristenisasi di Sumatera Utara. Hingga kini, Protestan merupakan agama yang dominan di Provinsi Sumatera Utara.
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme Bangsa Eropa tentunya memiliki berbagai dampak bagi Indonesia, Squad. Di samping dampak negatif, banyak dampak positif yang kita dapat. Meski begitu, hidup di bawah bayang-bayang bangsa lain pasti nggak enak, kan?

Sumber: ruangguru_

Kelompok Jigsaw + mind mapping
Kelas XI MIPA 1
Kelas XI MIPA 2

Contoh Mind mapping
Hasil gambar untuk mind mapping sejarah

Gambar terkait

Kamis, 18 Juli 2019

Sejarah Peminatan XII IPS

Gimana sih, Respon Internasional Terhadap Kemerdekaan Indonesia?!

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan".

Begitulah bunyi alinea pertama dalam pembukaan UUD 1945, yang hingga saat ini masih sering dibacakan dalam moment upacara kedinasan. Kemerdekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak terlahir begitu saja. Melawan penjajah menjadi usaha utama yang ditempuh, baik dengan senjata atau dengan cara diplomasi menggalang dukungan dari luar negeri.

Adapun negara-negara yang memberikan dukungan dan pengakuan terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia, antara lain Mesir, India dan Australia. Selain itu, proklamasi juga mendapat pengakuan dari PBB. Meskipun demikian, Belanda masih belum mengakui kemerdekaan Indonesia hingga masalah ini di bawa ke Konferensi Meja Bundar (KMB).

Point utama:

1. Proklamasi Kemerdekaan dan Maknanya bagi Indonesia
    1.1 Perumusan dan pernyataan teks proklamasi
    1.2 Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
2. Pengakuan De Facto dan De Jure
    2.1 De Facto = pengakuan negara lain dilihat dari unsur negara
                              yang telah terpenuhi (Pemimpin, Rakyat & Wilayah)
    2.2 De Jure = pengakuan secara hukum
                            (tetap; berlaku selamanya, penuh; berlakunya bilateral)
3. Pengakuan Kemerdekaan RI dari Berbagai Negara
    3.1 Pengakuan dari Australia
    3.2 Pengakuan dari Mesir
    3.3 Pengakuan dari India
4. Pengakuan PBB dan Belanda terhadap Kemerdekaan Indonesia
    4.1 Sidang PBB terkait Kemerdekaan Indonesia
    4.2 KMB dan Sikap Belanda

A. Penolakan Belanda



Belanda berkali-kali menolak kemerdekaan RI. Mereka bahkan melakukan aksi polisionil untuk merebut kembali wilayah Indonesia pada Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948).
Berkali-kali clash, berkali-kali pula berlangsung perundingan, mulai Perjanjian Linggarjati (1946), Perjanjian Renville (1948), Perjanjian Roem-Royen (1949), hingga Konferensi Meja Bundar (1949).
Pihak Belanda berkali-kali melakukan aksi polisionil dengan alasan ingin menertibkan kondisi keamanan Hindia Belanda dari para pemberontak. Maka tak heran Belanda kembali datang untuk alih-alih “menertibkan”.
Belanda baru mengakui kedaulatan RI berkat resolusi Konferensi Meja Bundar pada 1949. Meski begitu, hasil kesepakatan KMB pun membagi wilayah Indonesia ke bentuk federasi, Republik Indonesia Serikat. RIS lantas dinyatakan berakhir pada tahun 1950.
Memang tak mudah bagi para pejuang Indonesia terutama para diplomat di masa-masa awal kemerdekaan meyakinkan negara-negara lain untuk mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat.
B. Pengakuan Mesir

Haji Agus Salim, AR Baswedan, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi mengemban misi kunjungan balasan ke Mesir, setelah sebelumnya Konsul Jenderal Mesir di Bombay, Abdul Mun`im bertandang ke Yogyakarta pada 13-16 Maret 1947.
Kunjungan Mun`im tersebut, menurut AR Baswedan pada buku Abdul Rahman Baswedan: Karya dan Pengabdiannya, mewakili Mesir dan mengemban pesan Liga Arab berisi dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Mun`im menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden Soekarno pada 15 Maret 1947.
Setelah kunjungan Mun`im tersebut, keempat delegasi Indonesia lantas bertolak menuju Mesir. Kedatangan mereka bahkan mendapat atensi besar surat kabar Mesir.
Sehari setelah kedatangan mereka, menurut AR Baswedan, koran terbesar di Kairo “Al Ahrom” memuat foto delegasi RI. Kehadiran keempatnya mendapat sedikit ganjalan saat jadwal seharusnya melakukan penandatanganan kesepakatan persahabatan.
Ternyata, pihak Belanda melalui Duta Besar Belanda di Mesir sempat terlebih dahulu menemui PM Norakshi untuk menyampaikan keberatan mengenai sikap pemerintah Mesir terhadap Indonesia.
Duta Besar Belanda tersebut mengingatkan mengenai kerjasama ekonomi Belanda dan Mesir, juga mengancam akan menarik dukungannya terhadap Mesir bila tetap mendukung Indonesia.
PM Norakshi tak gentar dengan ancaman tersebut. Ia tetap menerima keempat delegasi RI dan tetap melangsungkan penandatanganan perjanjian persahabatan sekaligus pengakuan kemerdekaan RI.
C. Pengakuan India
Hubungan Indonesia dan India dari sisi kebudayaan memang telah terjalin lama. Namun, secara politik kontak pertama tokoh pergerakan kedua negara terjalin pada Kongres Internasional menentang Kolonialisme di Brussel 1926 dan 1927.
Kala itu, Hatta berjumpa Nehru. Hubungan tersebut terus berlanjut hingga masa revolusi. India secara masif muncul sebagai sahabat terdepan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Kedua negara, sama-sama berjuang menghadapi imperialisme Belanda dan Inggris. Dukungan kedua negara bisa terjalin baik karena keduanya memiliki pandangan politik serupa.
Setelah merdeka, Indonesia mengirim bantuan ke India berupa beras sebanyak 500.000 ton. Bantuan tersebut diberikan lantaran India mengalami krisis. India membalas bantuan tersebut dengan mengadakan Konferensi New Delhi pada 20-25 Januari 1949.
Agus Salim kembali hadir sebagai delegasi Indonesia. Konferensi tersebut dihadiri negara-negara sahabat, seperti Burma, Iran, Australia, Arab Saudi, Selandia Baru, Tiongkok, Yaman, Sri Lanka, dan lainnya.
Hasil pertemuan tersebut membuahkan risalah untuk diajukan kepada PBB, berisi 3 pokok rekomendasi, meliputi; 1) melakukan gencatan senjata, 2) Belanda membebaskan semua tawanan politik RI dan mengembalikan pemerintah RI ke Yogyakarta, dan 3) mengadakan perundingan di bawah UNCI.
D. Peran Australia




Sekiranya 4.000 buruh kapal melakukan aksi mogok. Mereka menolak bongkar muat kapal-kapal pengakut persenjataan untuk Belanda.
Dukungan kuat publik Australia, terutama Australian Waterside Workers Union, para pelaut Indonesia, China, India tersebut membuat kapal-kapal Belanda tak bisa melanjutkan pelayaran. Aksi tersebut tersohor dengan sebutan “The Black Armada”.
Aksi para buruh tersebut terus berlanjut hingga membuat elit di Australia terpengaruh terhadap perjuangan Indonesia untuk mempertahankan perjuangan.
Hasil dari dukungan tersebut berbuah hasil manis. Pihak Australia lantas memfasilitasi pemulangan sekitar 1.400 tawanan perang Belanda asal Indonesia.
Pihak Australia juga mendorong Dewan Keamanan PBB mengakui kemerdekaan Indonesia. Dan terpenting, perjuangan Partai Buruh Australia secara berkesinambungan melakukan aksi-aksi mendukung kemerdekaan Indonesia.
E. Peran PBB

Peran terbesar PBB dalam sejarah Indonesia terutama pasca-kemerdekaan lebih banyak mengurus penyelesaian masalah antara Belanda dan Indonesia.
Mula-mula ketika terjadi Agresi Militer I, PBB mengeluarkan rekomendasi untuk membuat Komisi Tiga Negara (KTN). Tiap negara berseteru memilih satu negara untuk menjadi wakil sementara satu negara menjadi pihak netral untuk menyelesaikan pertikaian.
Indonesia memilih Australia dengan Richard Kirby, sementara Belanda memilih Belgia dengan Paul van Zealand. Pihak ketiga atau netral dipilih Amerika Serikat dengan perwakilan Frank Graham. KTN berhasil mengantar kedua negara untuk berunding pada Perjanjian Renville.
Setelah itu, PBB berperan pada pembentukan badan perdamaian bernama United Nations Commission for Indonesia (UNCI). Tugas UNCI menggantikan KTN, untuk membantu memperlancar segala bentuk perundingan antara Indonesia dengan Belanda.
Di PBB, Indonesia mengutus LN Palar menjadi Wakil Tetap RI. Palar berperan besar memperjuangkan agar Indonesia mendapat pengakuan internasional. Ia pun berhasil mengantar Indonesia menjadi anggota PBB.
sumber: Rahmat Ali


Bagan Alur Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan RI


Materi dan Daftar Pembagian Kelompok XII IPS 3



Tugas Kelompok XII IPS







Selasa, 16 Juli 2019

Sejarah Peminatan Kelas XI IPS


Pertemuan ke-2

Kerajaan-kerajaan Maritim Hindu-Buddha di Nusantara


Pembagian Kelompok Kelas XI IPS 3


Bagan Tugas Kelompok


Sabtu, 06 Juli 2019

Cooming Soon, Virtual Coordinator Training (VCT) batch 5 Jateng-DIY

Sejarah VCT















Source: Sejarah VCT

Virtual Coordinator Training batch 5: Jawa Tengah dan DI Yogyakarta




Guide Line VCT batch 5


VIRTUAL COORDINATOR TRAINING (VCT)

Upgrading Kompetensi Guru Abad 21

melalui Virtual Assisstance

1. LATAR BELAKANG

Revolusi Industri 4.0 merupakan salah satu pelaksanaan proyek strategi teknologi modern Jerman 2020 (Germany High-Tech Strategy 2020). Strategi tersebut diimplementasikan melalui peningkatan teknologi sektor manufaktur (industri), penciptaan kerangka kebijakan strategis yang konsisten, serta penetapan prioritas tertentu dalam menghadapi kompetisi global.
Revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke-4 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri, pemerintahan dan pendidikan.
Ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
  1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek technological literacy dan human literacy.
  2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sehingga mengurangi intensitas pertemuan guru dan siswa. PJJ ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan yang berkualitas.
  3. Persiapan sumber daya manusia khususnya guru yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan dan inovasi.
  4. Terobosan dalam inovasi dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan oleh P4TK dan LPMP.
  5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
Kemajuan suatu negara untuk mengejar ketertinggalan sangat tergantung pada tiga faktor yakni pendidikan, kualitas institusi dan kesediaan infrastruktur. Terkait ‘disruptive technology’, dunia pendidikan menjadi garis depan di era digital. Pendidikan di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pendidikan di Indonesia juga harus mampu merespon kebutuhan masyarakat yang saat ini sudah banyak melakukan kegiatan pembelajaran secara online, sehingga lembaga institusi tidak ditinggalkan atau harus tutup. Dunia cepat berubah, kita harus mampu cepat adaptif dengan tetap menjaga karakter Indonesia,

Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dibutuhkan pemanfaatan  ICT modern dengan mengakomodir jumlah peserta yang masif, dan efisiensi ekonomi dalam pelaksanaannya,”.   Dalam rangka mempercepat arus pemanfaatan ICT modern itu diperlukan virtual assistance atau asisten virtual yang dapat menyelenggarakan pelatihan online, khususnya melalui platform WebEx. Dengan virtual assistance atau asisten virtual diharapkan diseminasi informasi dari pusat dapat cepat sampai di daerah atau dapat mudah berbagi praktik terbaik yang menjadi bagian dari pelatihan online dalam bentuk program pelatihan. Job desk dari seorang virtual assistance mencakup promosi, pendaftaran, sesi hosting atau moderasi, dan pembuatan sertifikat, sementara narasumber bias dibawakan oleh pakar dari institusi penyelenggara pelatihan yang berkolaborasi dengan lembaga eksternal untuk berbagi pengetahuan dan informasi.

2. TUJUAN

SEAMEO Online Virtual Coordiator Program bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan kemampuan guru Indonesia dalam memberikan kursus online; khususnya melalui platform
  2. Memperkenalkan seluruh proses kerja kelas online, serta untuk berbagi praktik terbaik bagian dari pelatihan online dalam bentuk program.

3. TEMPAT DAN WAKTU

Pelatihan berlangsung secara tentatif dengan perkiraan waktu 2 bulan. Sesi kegiatan berlangsung dalam jaringan melalui video conference dengan platform webex, diawali tatap muka 1x untuk mekanisme dan teknis pelaksanaan.

4. ALUR KEGIATAN DAN KEPESERTAAN & INSTRUKTUR VCT BATCH 4 (SEBELUMNYA)

ALUR PESERTA


ALUR INSTRUKTUR

5. KONTEN WORKSHOP (Kegiatan Offline)

Workshop disampaikan dalam Bahasa Indonesia dengan cakupan berikut:
  • Pengantar pelatihan dari penyelenggara
  • Penggunaan platform Konferensi Video berbasis Webex secara online (WebEx) dalam pelatihan.
  • Seluruh proses kerja dan praktik dalam melakukan dan menyelenggarakan sesi online. Topik pelatihan difokuskan pada ketrampilan mengelola pelatihan online.
Rincian proses kegiatan daring secara singkat sebagai berikut:
  1. Promosi: Teknik mempromosikan kegiatan melalui persiapan material (Flyer digital berisi pengumuman kegiatan dan detil narasi kegiatan), pendaftaran online dan mengkreasi room.
  2. Implementasi: Materi yang dibutuhkan, teknik membuka room webex, teknik mengelola webex, Penyediaan narasumber dan menjadi narasumber, menjadi host dan menjadi moderator sesi dalam jaringan serta presensi kegiatan online.
  3. Dokumentasi : Teknik merekam kegiatan, teknik mengupload ke youtube dan share ke sosial media.
  4. Peserta yang memenuhi kualifikasi dan kelayakan akan berhak menerima Sertifikat sebagai Virtual Coordinator’s Training.

6. HASIL YANG DIHARAPKAN

Pada akhir kegiatan Workshop, peserta  diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut :

Seorang virtual coordinator harus memiliki kecakapan dalam mengelola pelatihan atau pembelajaran berbasis dunia maya menggunakan platform video conference. Merancang dari awal kegiatan hingga publikasi ke sosial media. Karena itu, inilah kecakapan minimal yang harus dimiliki oleh VC Indonesia :

      A. Persiapan Kegiatan:

    1. Membuat flyer/poster digital untuk mengajak dunia luar bergabung. Tool yang dapat digunakan dalam membuat flyer digital sangatlah banyak, diantaranya Photoshop, Coreldraw, Canva, berbasis online seperti postermywall.com, bahkan bisa menggunakan aplikasi familiar seperti Ms. Word dan Powerpoint.
    2. Untuk mendukung flyer yang telah dibuat, VC harus punya kecakapan menulis narasi kegiatan, berisi pengetahuan awal tentang hal yang akan disampaikan, jadwal kegiatan serta informasi link platform video conference, room number dan password
    3. Jika kegiatannya terbatas pada kalangan tertentu, VC harus punya kecakapan melakukan rekrutmen secara online melalui google form, microsoft form atau zoho forms dan sebagainya.

         B. Implementasi kegiatan

    1. Melakukan kegiatan melalui video conference. Banyak platform yang dapat digunakan, seperti google hangouts, skype for bussiness, zoom. Namun Webex memiliki kekuatan gambar dan video yang stabil. Dengan webex dapat dibuat room pertemuan secara mandiri.
    2. Membuat presensi kegiatan online sebagai dokumentasi peserta yang mengikuti kegiatan. Presensi dapat dibuat menggunakan google form atau microsoft form, namun jika ingin presensi yang bisa ditandatangani, zoho forms bisa dijadikan pilihan.
    3. Untuk menshare form dengan link yang panjang, sebelumnya link tersebut diringkas terlebih dahulu, agar pemirsa bisa mengetik ulang. Link ringkas dibuat sesederhana mungkin dengan nama unik, menghindari menggunakan huruf kapital dan huruf kecil, karena link tersebut diketik ulang
    4. Tutorial membuat link singkat gg.gg/link-ringkas atau bit.ly/edit_link
    5. VC memiliki kecakapan menjadi moderator, host dan narasumber secara virtual melalui video conference

         C. Dokumentasi kegiatan

    1. Kegiatan yang dilakukan harus didokumentasikan sebagai jejak digital edukasi 4.0. Karena itu VC harus punya kemampuan merekam layar kegiatan berlangsung. Dapat melalui tablet dengan menggunakan diantaranya DU Recorder atau V-Recorder atau di Laptop dengan menggunakan misalnya Camtasia, Screencast o Matic atau Faststone.
    2. Rekaman kegiatan tersebut diupload ke youtube agar dapat disimpan dan dipelajari kembali oleh pemirsa vicon

    7. PERSYARATAN PESERTA

    Peserta kegiatan yang direkomendasikan memenuhi syarat sebagai berikut:
    1. Pendidik yang mempersiapkan sebuah topik yang akan dibagi untuk pengetahuan bagi peserta lain yang terstruktur dalam suatu program. (Mensharekan kemampuan/ilmu pengetahuan yang kita miliki melalui Video Conference)
    2. Semua peserta diharuskan menggunakan laptop atau tablet/HP Android.
    3. Semua peserta harus memiliki kemampuan komputer terutama berinternet.

    8. PEDOMAN

    PESERTA

    Link Pendaftaran Peserta VCT batch 5: http://bit.ly/pendaftaran-vct5-Jateng-DIY

    1. Guru dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/K, SLB atau sederajat, perguruan tinggi atau masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap Virtual Coordinator
    2. Memiliki kemampuan dasar komputer (Ms. Office)
    3. Memiliki jaringan internet yang memadai
    4. Melakukan pendaftaran secara online
    5. Memiliki nomor Whatsapp yang aktif
    6. Memiliki komitmen tinggi untuk mengikuti pelatihan

    Hak dan Kewajiban Peserta:

    Hak Peserta:

    1. Mendapatkan sertifikat sebagai Peserta Virtual Coordinator Training jika menjadi Narasumber, Host, dan Moderator sebanyak 2 kali untuk masing-masing penugasan dan mengikuti video conference sebanyak minimal 6 kali.

    Kewajiban Peserta:

    1. Menjadi Narasumber sebanyak 2 kali dengan materi bebas (yang paling dikuasai) dibuktikan dengan presesnsi sebagai narasumber
    2. Menjadi Host sebanyak 2 kali dibuktikan dengan presensi sebagai host
    3. Menjadi Moderator sebanyak 2 kali dibuktikan dengan presensi sebagai moderator
    4. Membuat Flyer
    5. Membuat Narasi
    6. Membuat Daftar Hadir Online
    7. Membuat Rekaman Vicon
    8. Mengunggah Rekaman Vicon ke akun youtube masing-masing
    9. Menjadi Peserta sebanyak minimal 6 kali
    10. Mengumpulkan resume (jika dibutuhkan/sesuai kesepakatan)

    Kode Etik Peserta:

    1. Menghormati dan saling menghargai.
    2. Berkomunikasi dengan bahasa santun, ramah dan sabar.
    3. Menjaga sikap termasuk dalam candaan.
    4. Dilarang keras share informasi berbau SARA, politik atau pornografi.
    5. Memberikan nama wa dengan nama asli dan foto diri selama pelatihan.
    6. Tidak men-share informasi yang tidak berhubungan dengan pelatihan.
    7. Tidak men-share foto atau video yang tidak berhubungan dengan pelatihan.
    8. Dilarang membuatkan tugas peserta lain.

    Instruktur

    Link Pendaftaran Instruktur: http://bit.ly/Pendaftaran-Instruktur-Batch5-Jateng-DIY

    Persyaratan Umum :

    1. Memiliki Sertifikat VCT yang masih berlaku
    2. Menguasai google contacts utk add kontak peserta ke grup WA
    3. Menguasai cara membuat akun webex free
    4. Menguasai fitur2 webex dr HP maupun Laptop
    5. Menguasai minimal satu aplikasi pembuatan flyer dan formulir online
    6. Menguasai minimal satu aplikasi rekam layar baik di hp maupun Laptop
    7. Mampu mengarahkan peserta dalam hal publikasi tugas, baik ke YouTube maupun ke kantong tugas nantinya.

    Persyaratan Khusus :

    1. Sabar, sopan, santun, dan semangat
    2. Bisa berbagi waktu ke grup WA peserta dan instruktur serta mengetahui settingan WA grup
    3. Bekerja sebagai teamwork
    4. Mendapat rekomendasi dari PJ Wilayah

    Kode Etik Instruktur

    1. Tidak menggurui peserta, namun memfasilitasi peserta
    2. Berkomunikasi dengan bahasa santun, ramah dan menjawab pertanyaan peserta dengan sabar
    3. Memahami karakteristik peserta sebagai pendidik yang pantas diperlakukan mulia
    4. Menjaga sikap termasuk dalam candaan
    5. Dilarang keras share informasi berbau SARA, politik atau pornografi
    6. Memberikan nama wa dengan nama asli
    7. Tidak men-share informasi apa pun tanpa ijin team koordinator
    8. Masuk webex dengan nama asli
    9. Dilarang membuatkan tugas peserta

    Tugas instruktur:

    1. Memasukkan peserta ke dalam grup wa
    2. Mendampingi peserta selama pelatihan dengan ikhlas
    3. Memonitor keaktifan peserta
    4. Membimbing penugasan peserta
    5. Membuat tabulasi penugasan peserta
    6. Memastikan peserta yang ikut kegiatan adalah mereka yang mendaftar secara online melalui sistem resmi
    7. Merekap progress peserta (Menguji/mengamati dan mengumpulkan bukti-bukti serta membuat catatan-catatan kemajuan pelatihan)

    Sanksi Jika tidak menjalankan tugas:

    1. Tidak dapat sertifikat instruktur Batch 4
    2. Dikeluarkan dari grup instruktur

    Indikator tidak melaksanakan tugas:

    1. Tidak mendampingi peserta
    2. Tidak aktif dalam VC lebih dari 2 hari
    3. Tidak meluluskan minimal 5 peserta
    4. Tidak bisa bekerjasama dengan tim

    Contoh E-Sertifikat yang sudah diakui oleh Kemendikbud:

    Sertifikat Peserta:




    Sertifikat Instruktur:




      Mangayubagyo Purna Tugas & Penguatan Pembelajaran Inovatif dalam MGMP Sejarah Kota Pekalongan Pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 , Musya...