Galeri

SMA Negeri 4 Pekalongan
SDN Kuripan lor 2
MGMP Sejarah Kota Pekalongan
SDIT Ulul Albab Pekalongan
SMA Negeri 3 Pekalongan

Kamis, 14 November 2024

8 Garuda Baru Yos-Tri
Siap Mengepakkan Sayap Lebih Tinggi

Jumat, 15 November 2024



Tahun 2024 menjadi momen istimewa bagi Ambalan Yos Sudarso dan Tribuana Tungga Dewi, Pangkalan SMA Negeri 4 Pekalongan. Sebanyak delapan anggota mereka berhasil mencapai prestasi gemilang dengan menyandang predikat Pramuka Garuda, diantaranya 1) Maulidia Zahratul Mafidah, 2) Andi Firmansyah, 3) M. Arfin Farizi, 4) Wisnu Riyadi, 5) Farel Fajar Ardiansah, 6) Khafidz Al Juhani, 7) Ria Agustin, 8) Berlian Najwa Gustomo, penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan dedikasi mereka dalam mengemban nilai-nilai kepramukaan serta menjalankan proyek-proyek bermanfaat bagi masyarakat. Para Pramuka Garuda ini tidak hanya membanggakan pangkalan mereka, tetapi juga menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sebaya.

Proses menuju pencapaian ini tidaklah mudah. Adik-adik harus menyelesaikan serangkaian ujian ketat yang menguji kemampuan teknis, mental, dan komitmen terhadap Dasa Dharma Pramuka. Mereka juga terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Seluruh upaya ini membuktikan bahwa menjadi seorang Pramuka Garuda bukan hanya soal prestasi pribadi, tetapi juga kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar.


Puncak dari perjalanan panjang ini adalah pelantikan Pramuka Garuda yang digelar pada hari Jumat, 15 November 2024. Acara berlangsung khidmad di Gedung Jlamprang, kantor Walikota Pekalongan, dan dihadiri oleh pejabat daerah, para pembina, serta keluarga. Dengan penuh haru, delapan anggota Ambalan ini menerima penghargaan mereka, disaksikan oleh ratusan tamu undangan. Momen ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi mereka dalam menghidupkan semangat Pramuka di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kakwarcab Kota Pekalongan Kak  drg. Agus Marhaendayana, M.M. memberikan apresiasi tinggi kepada para Pramuka Garuda. Ia menegaskan bahwa generasi muda seperti mereka adalah harapan bangsa, yang mampu menjaga nilai-nilai Pancasila dan membangun karakter bangsa. Hal ini sejalan dengan visi Gerakan Pramuka untuk membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan peduli terhadap sesama. 

Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Delapan Pramuka Garuda ini berkomitmen untuk terus mengabdi dan membimbing adik-adik di pangkalan mereka agar semangat kepramukaan semakin berkembang. Mereka percaya, melalui Pramuka, generasi muda dapat bersatu, berinovasi, dan memberikan perubahan positif untuk masa depan bangsa. Perjalanan mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi dan berbuat baik bagi lingkungan sekitar.




Sabtu, 26 Oktober 2024

BLOG & VLOG Pembatik Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi

Menuju Duta Teknologi 2024

Pembatik Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi

Eko Susanto, S.Pd.-Sahabat Teknologi Prov. Jawa Tengah 2024



Hallo, Bapak dan Ibu Guru hebat dimanapun berada! Saya Eko Susanto, Sahabat Teknologi Kemendikbud ristek tahun 2024 Provinsi Jawa Tengah. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan pengalaman Level 4 berbagi dan berkolaborasi tentang praktik baik dalam mengimplementasikan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di kelas. Mari kita simak bersama bagaimana TIK dapat memperkaya metode pembelajaran, meningkatkan partisipasi siswa, dan membantu Bapak/Ibu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Kegiatan ini telah dilaksanakan melalui berbagai metode, baik secara tatap muka (luring) maupun dalam jaringan (daring). Sebanyak lima sekolah dan atau komunitas telah dilaksanakan praktik baik secara tatap muka, di mana saya dapat bertemu langsung para guru untuk dapat saling berinteraksi, berbagi pengalaman, serta mendapatkan pemahaman mendalam terkait pemanfaatan media ajar terintegrasi TIK. Selain itu, tiga sesi berbagi praktik baik juga dilakukan secara daring, memungkinkan guru dari berbagai daerah untuk terhubung dan berbagi strategi pembelajaran yang inovatif. serta satu sesi secara on the air melalui Radio Kota Batik Pekalongan 91.2 FM.

Sebelum memulai kegiatan berbagi dan kolaborasi, langkah awal yang sangat penting telah saya tempuh, yaitu melakukan audiensi dengan berbagai pihak terkait. Saya memulai dengan mengadakan audiensi bersama Kepala SMA Negeri 4 Pekalongan Ibu Eny Khusnul Hartati, S.Pd., M.Pd. (14/10/2024) sebagai pemimpin satuan pendidikan tempat saya mengajar. Selanjutnya, saya juga melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan (16/10/2024) yang diwakili oleh sekretaris dinas Bapak Mabruri, S.Pd., kepala Komunitas Guru di Kota Pekalongan SLCC PGRI Kota Pekalongan (16/10/2024) Ibu Dra. Rr. Arti Rohjatmi, untuk memastikan kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan di kota ini dan dapat diterapkan secara lebih luas serta menginspirasi lebih banyak guru untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran.

Dalam Implementasinya di kelas saya menerapkan model pembelajaran kontekstual learning yang berdiferensiasi pada siswa kelas X untuk mata pelajaran Sejarah dengan materi Jalur Rempah. Model pembelajaran kontekstual ini dirancang untuk mengaitkan materi sejarah dengan kehidupan nyata, sehingga siswa dapat memahami bagaimana Jalur Rempah berperan penting dalam perkembangan dunia, termasuk pengaruhnya terhadap budaya, ekonomi, dan sosial.

Menggunakan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) Jalur Rempah Masa Praaksara yang telah saya rancang agar setiap siswa, dengan berbagai gaya belajar dan kemampuan yang berbeda, dapat terlibat secara aktif. Siswa diajak untuk mengeksplorasi video, edugames, dan simulasi jalur perdagangan rempah.

Pendekatan berdiferensiasi ini memungkinkan setiap siswa belajar dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga pembelajaran tentang Jalur Rempah menjadi lebih hidup, bermakna, dan relevan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga menyadari dampaknya dalam konteks sejarah dan kehidupan modern.

kegiatan berbagi saya awali di satuan Pendidikan tempat saya mengajar SMA Negeri 4 Pekalongan (16/10/2024) dengan judul "PINDAI SEMAR" Pembelajaran Terintegrasi Media TIK untuk Segmentasi Murid, dalam pelaksanaannya saya melibatkan kepala sekolah Ibu Eny Khusnul Hartati, S.Pd., M.Pd. dan 25 guru. materi berbagi kali ini tentang pemanfaatan canva dalam pembuatan MPI. 

kegiatan berbagi berikutnya saya lakukan di komunitas MGMP Sejarah Kota Pekalongan (17/10/2024) dengan judul kegiatan yang sama dengan sebelumnya diikuti oleh peserta 13 guru dengan Ketua MGMP saya sendiri Eko Susanto, S.Pd. Bertujuan agar guru-guru sejarah dapat memanfaatkan platform teknologi yang ada menjadi media pembelajaran menarik dan interaktif. menghilangkan stigma pelajaran sejarah sebagai mapel yang membosankan.

Kegiatan berbagi praktik baik berikutnya saya laksanakan di dua sekolah dasar, yaitu SDN Kuripan Lor 2 (22/10/2024) Kepala Ibu Sri Mulyati, S.Pd.,SD. dan SDIT Ulul Albab (23/10/2024) Kepala Ibu Khikmawati, S.Pd.I., dengan jumlah total peserta masing-masing sekolah 10 guru dan 12 guru. Langkah ini bertujuan untuk memperluas dampak positif praktik baik dalam pembelajaran, tidak hanya terbatas pada jenjang yang sama (SMA), namun juga menjangkau jenjang pendidikan yang lebih rendah (SD).

Kegiatan berbagi praktik baik secara luring terakhir saya laksanakan di SMAN 3 Pekalongan (24/10/2024) Kepala Bapak Yulianto Nurul Furqon, M.Pd., dengan jumlah peserta 25 guru. pada kesempatan ini, saya fokus untuk berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. peserta guru antusias, dan mengharapkan terjalin kolaborasi berkesinambungan kedepannya.

kegiatan berbagi secara Daring pertama saya lakukan bersama sahabat teknologi Jawa Tengah 2024 (21/10/2024) BATIK PAMILUTO dengan 4 narasumber, yang diikuti 139 guru dari berbagai daerah di Jawa Tengah. secara Daring kedua berkolaborasi dengan SLCC Kota Pekalongan (22/10/2024) Menggali Ide Inovasi dengan 4 narasumber yang diikuti 42 guru di Kota Pekalongan, dan Daring ketiga berkolaborasi dengan judul SERABI KETAN (25/10/2024) dengan 3 narasumber dari Sahabat teknologi Jawa Barat, Sahabat Teknologi Sumatera Selatan dan saya sendiri Sahabat Teknologi Jawa Tengah, yg diikuti 22 guru antar provinsi. dan tak lupa secara on the air melalui Radio Kota Batik (RKB) (23/10/2024) pada siaran 91.2 FM.

Saya berharap dari rangkaian kegiatan yang telah dilakukan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh guru untuk terus berkembang dan berinovasi dalam menciptakan penbelajaran yang bermakna bagi siswa, untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.


Lampiran:
Rekap Presensi Peserta Luring

Presensi Peserta Daring BATIK PAMILUTO

Presensi Peserta Daring SLCC PGRI

Presensi Peserta Daring SERABI KETAN

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

Pembatik Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #9

Berbagi Praktik Baik #9
Webinar Sahabat Teknologi antar Provinsi

Jumat, 25 Oktober 2024



Malam itu, suasana di ruang konferensi terasa penuh semangat meskipun hanya dihadiri oleh 22 peserta. Yang kami yakini, karena sudah saking banyak webinar diikuti, maka partisipan kami tidak sebanyak sebelumnya. malam itu saya bersiap untuk acara yang istimewa: pematerian mengenai pemanfaatan Canva dan genially sebagai multimedia pembelajaran interaktif. Di samping saya, Ibu Ari Kusriani Iman dari Sahabat Teknologi Jawa Barat dan Bapak Ali Maksum dari Sahabat Teknologi Sumatera Selatan telah hadir, siap berbagi wawasan. Acara ini dimoderatori oleh Bapak Muhammad Ryanto dari Mojokerto, sementara Bapak Tukijo, Duta Teknologi Kemendikbudristek 2017, menjadi keynote speaker yang akan membuka diskusi malam itu.

Begitu acara dimulai, suasana menjadi semakin khidmat. Bapak Tukijo menyapa kami dengan semangat, mengingatkan betapa pentingnya teknologi dalam pendidikan saat ini. Mengingatkan juga bahwa pentingnya guru mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.


Bapak Tukijo, Duta Teknologi Kemendikbudristek 2017

Setelah pemaparan inspiratif dari Bapak Tukijo, Pak ryanto melanjutkan mengarahkan webinar malam itu. Mempersilahkan saya mengambil alih untuk membagikan cara memanfaatkan Canva sebagai aset digital dan genially sebagai platform pembuatan multimedia Interaktif. “Dengan Canva, kita bisa menciptakan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik bagi siswa,” saya menjelaskan. Saya menunjukkan contoh MPI yang telah saya kembangkan, yang bisa digunakan dalam materi pelajaran sejarah.

Jalur rempah bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga jembatan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kebudayaan kita,” ujar saya, memicu minat para peserta.

Kolaborasi Sahabat Teknologi 2024 lintas Provinsi

Selanjutnya, Ibu Ari berbagi tentang penggunaan video pembelajaran. “Integrasikan video ini ke dalam Google Sites agar lebih mudah diakses,” katanya. Ia menyoroti bagaimana cara ini akan memudahkan siswa dalam memahami materi. Saya bisa melihat bagaimana ide-ide cemerlangnya mulai menginspirasi para guru untuk berpikir lebih kreatif dalam mengembangkan metode pengajaran mereka.

Bapak Ali kemudian melanjutkan dengan membahas pentingnya Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) untuk sosialisasi kepada siswa dan orang tua. “Kita harus melibatkan semua pihak dalam proses pembelajaran,” ujarnya. Diskusi berlanjut dengan interaksi aktif dari salah satu peserta, Pak winardi dari SMA Negeri 4 Pekalongan mengajukan diri untuk bertanya. "Apakah efektif MPI yang dibuat dengan begitu sulit ini, dari segi nilai dan daya serap siswa? serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu MPI?" saya pun memberikan umpan balik, "Efektivitasnya terlihat dari hasil belajar siswa, jika meningkat secara signifikan berarti MPI yang kita buat dapat dipahami oleh siswa, untuk waktu yang diperlukan membuat 1 MPI saya memerlukan waktu 3 hari, namun bagi setiap orang lamanya waktu pembuatan ini tidak bisa disama ratakan alias relatif". Saat sesi mendekati akhir, saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini, dan saya tahu bahwa malam ini akan meninggalkan jejak yang mendalam dalam perjalanan pendidikan kemudian hari.

Moderator Bapak Muhammad Ryanto membuka kembali floor untuk diskusi lanjutan. Malam itu, kami tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jembatan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Ketika akhirnya acara ditutup, saya meninggalkan ruang konferensi dengan rasa syukur, yakin bahwa langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi pendidikan di berbagai daerah.


Presensi Daring SERABI KETAN #9

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar



PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #8

Berbagi Praktik Baik #8
SMA Negeri 3 Pekalongan

Kamis, 24 Oktober 2024


Pada pagi yang sejuk di hari Kamis, 23 Oktober 2024, saya melangkah masuk ke ruang pertemuan yang sudah terpasang LCD dan sound system di SMA Negeri 3 Pekalongan. Ruangan tersebut telah dipenuhi oleh sekitar 25 guru yang penuh semangat, siap untuk mengikuti pematerian tentang pemanfaatan Canva sebagai multimedia pembelajaran interaktif. Saya merasakan energi positif yang mengalir di udara, dan tidak sabar untuk berbagi pengetahuan yang telah saya siapkan.

Setelah menyapa para guru dengan hangat, saya mulai memaparkan pentingnya multimedia dalam pendidikan. “Hari ini kita akan menjelajahi bagaimana Canva, Quizizz, dan Suno AI dapat mengubah cara kita mengajar,” kata saya, sambil melihat wajah-wajah penuh perhatian di hadapan saya. Mereka semua tampak antusias, dan saya merasa semakin bersemangat untuk memberikan materi yang bermanfaat.

Saya memulai dengan Canva, menunjukkan betapa mudahnya membuat presentasi, poster, dan infografis yang menarik. “Bayangkan jika siswa Bapak/Ibu bisa belajar dengan materi yang tidak hanya informatif, tetapi juga visual yang menarik!” saya menjelaskan. Dengan setiap contoh yang saya berikan, saya dapat melihat cahaya di mata para guru, seolah mereka membayangkan materi pembelajaran mereka akan menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Setelah sesi Canva, kami beralih ke Quizizz. “Ini adalah alat yang luar biasa untuk membuat kuis interaktif dan kompetisi yang seru,” saya melanjutkan. Saya mengajak Bapak/Ibu yang hadir untuk terlibat dalam permainan quizizz yang telah saya siapkan. “Dengan Quizizz, Bapak/Ibu bisa menambahkan elemen permainan yang membuat siswa lebih bersemangat belajar.” Saya bisa merasakan getaran antusiasme di antara Bapak/Ibu, dan beberapa guru mulai mencatat ide-ide yang akan mereka terapkan.

Saat kami mendiskusikan Suno AI, suasana semakin menarik. “Suno AI dapat membantu kita membuat pembelajaran lebih berwarna dengan konten audio yang dapat disesuaikan,” saya menjelaskan. Saya menunjukkan beberapa contoh bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk membuat cerita atau penjelasan yang lebih menarik. Para guru mulai berdiskusi satu sama lain, berbagi ide dan cara penerapan teknologi ini dalam kelas mereka. Pertama membuat lirik menggunakan ChatGPT, ketikkan kata kunci spesifik mengenai lagu yang ingin dibuat, sesuai dengan mapel yang diampu oleh Bapak/Ibu. Setelah lirik jadi, lirik tadi dicopy ke Suno AI. Pilih custom di bagian atas kolom lirik, lalu kolom diisi dengan lirik yang sudah dibuat menggunakan Chat GPT, selanjutnya pilih genre dari musik yang diinginkan, ketikkan judul lagu dan create. Tidak sampai 2 menit, lagu sudah tercipta dalam dua versi yang bisa dipilih.


Di tengah sesi, saya membuka kesempatan bagi Bapak/Ibu hadirin untuk bertanya dan berdiskusi. Beberapa guru berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi di kelas. “Saya pernah menggunakan video pembelajaran, tetapi siswa tetap tampak kurang tertarik,” kata salah satu guru. Diskusi ini memberi saya kesempatan untuk memberikan umpan balik, dan saya merasa senang melihat interaksi yang hidup di antara kami.

Saat waktu berlalu dan sesi pematerian mendekati akhir, saya mengingatkan para guru tentang pentingnya terus berinovasi dalam pengajaran. “Dengan menggunakan alat-alat ini, kita tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi siswa untuk belajar dengan cara yang mereka sukai,” saya menekankan. Ketika acara berakhir, saya merasa puas melihat wajah-wajah penuh semangat yang siap menerapkan apa yang mereka pelajari. Dengan harapan yang tinggi, saya melangkah keluar dari ruangan, yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi pendidikan di SMA Negeri 3 Pekalongan.

Presensi Berbagi Praktik Baik #8

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #7

 Berbagi Praktik Baik #7
On The Air Radio Kota Batik Pekalongan

Rabu, 23 Oktober 2024


Sore itu, langit di atas Kota Pekalongan berwarna keemasan, memberi nuansa hangat yang sempurna untuk siaran di Radio Kota Batik. Pada Rabu, 23 Oktober 2024, saya bersiap untuk acara “Ngobrol SantaiNGOBRAS yang ditunggu-tunggu. Dengan penuh semangat, saya melangkah memasuki studio, siap berbagi praktik baik mengenai multimedia pembelajaran interaktif. Materi yang akan saya bahas adalah Jalur Rempah di masa Praaksara, sebuah topik yang tak hanya menarik, tetapi juga kaya makna sejarah.

Begitu mikrofon menyala, Host menyapa pendengar dan menyapa saya sebagai pembicara kala itu. Sore ini kita akan menjelajahi jalur rempah yang telah menghubungkan berbagai budaya di masa lalu, dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya dalam pembelajaran menggunakan Canva for Education. Suara saya bergema di ruang studio yang intim, dan saya dapat merasakan semangat menyebar ke pendengar yang mendengarkan di rumah.

Sambil menjelaskan, saya membagikan bagaimana jalur rempah bukan hanya sekadar rute perdagangan, tetapi juga simbol pertukaran pengetahuan. “Melalui rempah, kita tidak hanya mendapatkan bumbu untuk masakan, tetapi juga cerita, tradisi, dan bahkan ilmu pengetahuan dari berbagai belahan dunia,” saya menekankan. Saya bisa membayangkan para pendengar, baik guru maupun orang tua, mulai merenung dan terinspirasi oleh sejarah yang mengalir di setiap rempah.

Dengan Canva for Education, saya menyampaikan cara mudah untuk membuat materi pembelajaran yang menarik. saya menjelaskan konektifitas rempah masa lalu dengan budaya yang ada saat ini, tentunya dikorelasikan jugaa dengan kearifan lokal yang ada di Kota Pekalongan. Seperti adanya tiga etnis hidup berdampingan, makanan khas hasil akulturasi budaya, seperti tauto, megono, nasi briyani. Saya merasakan getaran antusiasme di udara saat mereka membayangkan bagaimana teknologi dapat membantu menghidupkan materi pelajaran.

Tak lama kemudian, Host membuka sesi interaksi dengan pendengar. “Jika ada yang ingin berbagi pengalaman atau bertanya, silakan hubungi kami!” Saya mendengar suara hangat dari pendengar yang menghubungi, berbagi bagaimana anak-anak mereka menjadi lebih bersemangat belajar ketika menggunakan multimedia. “Sore Mas Anto dan Mas Eko, bagaimana cara untuk memastikan efektivitas pembelajaran terintegrasi TIK di berbagai segmen murid?” seorang pendengar berkata, dan saya merasa senang mendengar bagaimana informasi yang kami bagikan berdampak langsung pada mereka."Bisa dilihat dari progres nilai yang di dapat, jika meningkat secara signifikan berarti media yang kita buat berhasil dan mudah dipahami oleh siswa".

Sesi siaran semakin mendekati akhir, tetapi semangat kami tidak meredup. Saya mengingatkan pendengar tentang pentingnya kreativitas dalam pendidikan. “Mari kita jaga kekayaan budaya kita dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan, kita bisa menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berbudaya.” dan sebagai closing statement tentang bagaimana kita mengejar sebuah mimpi, "Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah".

Saat mikrofon dimatikan dan siaran berakhir, saya merasa lega dan puas. Berbagi pengetahuan di udara adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya berharap semangat yang kami tanamkan hari itu dapat berlanjut di setiap rumah, di setiap kelas, dan menginspirasi lebih banyak orang di Kota Pekalongan. Dengan harapan itu, saya melangkah keluar dari studio, merasa bahwa setiap kata yang terucap adalah hal positif yang dapat berbalik ke kita, menghubungkan masa lalu dan masa depan melalui pendidikan yang penuh warna.


Atensi Audience RKB

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar


PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #6

Berbagi Praktik Baik #6
SDIT Ulul Albab Kota Pekalongan

Rabu, 23 Oktober 2024


Pada hari Rabu, 23 Oktober 2024, saya memiliki kesempatan yang luar biasa untuk berbagi praktik baik dengan berkolaborasi bersama SDIT Ulul Albab Kota Pekalongan. Kegiatan ini difokuskan pada pematerian mengenai penerapan multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva for Education. Sebuah pengalaman yang tidak hanya bermanfaat bagi saya, tetapi juga bagi para guru yang hadir.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari kepala sekolah dan beberapa guru. Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk belajar dan menerapkan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan dihadiri oleh sepuluh orang guru, suasana terasa akrab dan penuh semangat. Saya sangat senang melihat keseriusan para ustadzah dalam mengikuti sesi ini.

Materi yang saya sampaikan berfokus pada bagaimana Canva for Education dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan konten pembelajaran yang menarik dan interaktif. Saya menjelaskan berbagai fitur yang ada di platform tersebut, mulai dari desain poster, infografis, hingga video pembelajaran. Saya mengajak para guru untuk berpikir kreatif dalam menyajikan materi pelajaran agar lebih mudah dipahami oleh siswa.


Selama pematerian, saya juga memberikan beberapa contoh praktis. Kami melakukan sesi praktik langsung di mana setiap guru diberi kesempatan untuk membuat desain sederhana menggunakan Canva. Melihat para ustadzah berinteraksi dan berkolaborasi dalam kelompok kecil membuat saya merasa bangga. Ustadzah yang hadir sangat antusias dan saling membantu satu sama lain dalam mengeksplorasi berbagai fitur yang ada.

Setelah sesi praktik, kami berdiskusi tentang tantangan yang mungkin dihadapi saat menerapkan multimedia dalam pembelajaran. Beberapa guru berbagi pengalaman mereka, dan kami mencari solusi bersama. Diskusi ini sangat menginspirasi dan memperkaya wawasan saya juga, karena setiap guru memiliki cara unik dalam menghadapi tantangan di kelas yang diampunya.

Menjelang akhir acara, saya mengingatkan pentingnya terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Saya juga mendorong para guru untuk terus berbagi praktik baik yang mereka lakukan di sekolah. Kolaborasi semacam ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan saya berharap mereka dapat menerapkan apa yang telah dipelajari di kelas masing-masing.

Kegiatan ini ditutup dengan rasa syukur dan harapan untuk kolaborasi lebih lanjut di masa depan. Saya sangat menghargai kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan melihat semangat para guru SDIT Ulul Albab. Semoga ilmu yang dibagikan bisa memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar di sekolah, dan kita semua dapat terus berkontribusi untuk pendidikan yang lebih baik di Kota Pekalongan.


Presensi Berbagi Praktik Baik #6

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #5

Berbagi Praktik Baik #5
Webinar Kolaborasi SLCC PGRI Kota Pekalongan

Selasa, 22 Oktober 2024


Pada tanggal yang telah ditentukan, kami mengadakan sebuah webinar kolaboratif bersama SLCC PGRI Kota Pekalongan, dengan tajuk "Menggali Ide Inovasi" sebagai tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan dengan ketua SLCC PGRI Ibu Dra. Rr Arti Rohjatmi. Acara ini bertujuan untuk berbagi praktik baik dan memperluas pengetahuan di kalangan peserta tentang pemanfaatan teknologi dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, dengan jumlah peserta sekitar 42 orang guru se-pekalongan.

Webinar ini menghadirkan empat narasumber yang siap membagikan keahlian mereka. Saya Eko Susanto, S.Pd. akan memulai dengan materi tentang Multimedia Pembelajaran Interaktif PINDAI SEMAR, yang akan menjelaskan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar. Dalam era digital saat ini, penting bagi kita untuk memanfaatkan berbagai platform multimedia agar proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif, diterapkan dengan model pembelajaran Kontekstual Learning, menghadirkan fakta masa lalu yang dikorelasikan dengan kehidupan saat ini, sehingga siswa dapat memahami setiap materi yang disampaikan.

Selanjutnya, Bapak Rofiul Ibad, S.Kom. Guru SMPN 8 Pekalongan akan menyampaikan materi tentang Aplikasi Bank Sampah (ABAS). Dengan pendekatan ini, kami berharap peserta dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah dan bagaimana aplikasi ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Konsep Bank Sampah bukan hanya sekadar mengumpulkan sampah, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.

Bapak Syukron Rizqi, S.Pd., Gr. SMP Islam Al Azhar  60 kemudian akan membahas topik penting lainnya: bagaimana menjadikan jelantah atau minyak bekas menjadi produk yang berguna Jelantah Jadi Berfaedah (JELAJAH). Banyak orang tidak menyadari potensi yang dimiliki minyak jelantah. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa mengubah limbah ini menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti sabun atau produk pembersih. Ini adalah langkah kecil yang bisa memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Ibu Naili Rofaidah, S.Pd. dari TK ABA Pesindon akan menutup sesi narasumber dengan membagikan wawasan tentang bagaimana sampah plastik dapat dimanfaatkan sebagai prasarana belajar SAPI PERA. Dalam pembahasannya, ia akan menunjukkan berbagai inovasi yang bisa dilakukan untuk mengubah sampah plastik menjadi alat bantu pembelajaran yang kreatif. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi dampak negatif sampah plastik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Acara ini dipandu oleh ST. Kurnia KH, M.Pd. sebagai host, yang akan memastikan diskusi berjalan lancar dan menarik. Selain itu, kami juga memiliki dua pengulas, Tri Martiningsih, S.Pd., M.Pd. dan Dra. Rr Arti Rohjatmi, yang siap memberikan perspektif tambahan dan merangsang diskusi yang lebih mendalam. Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan interaksi antara narasumber dan peserta.

Kami percaya bahwa webinar ini bukan hanya berbagi praktik baik, tetapi juga merupakan langkah menuju perubahan yang lebih baik. Dengan berbagi pengetahuan dan praktik baik, kami berharap dapat menginspirasi peserta untuk berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekitar mereka. Mari bersama-sama menciptakan dampak positif di Kota Pekalongan!



#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar




PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #4

Berbagi Praktik Baik #4
SDN Kuripan lor 2

Selasa, 22 Oktober 2024

Di pagi selasa yang cerah sama seperti hari-hari sebelumnya, saya melangkah memasuki halaman SDN Kuripan Lor 2, Kota Pekalongan. Suara riuh anak-anak bermain dan tertawa memenuhi lingkungan sekolah yang tampak sederhana, memberikan suasana yang hangat dan ceria. Hari itu, saya akan berbagi praktik baik tentang penerapan multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva for Education dengan sepuluh guru yang sudah siap menimba ilmu.

Setelah menyapa kepala sekolah dan guru-guru lainnya, saya melihat antusiasme mereka. Wajah-wajah ceria dengan penuh semangat membangkitkan rasa percaya diri dalam diri saya. Dengan suasana yang akrab, saya mulai pematerian. Saya menjelaskan betapa pentingnya multimedia dalam pendidikan, dan bagaimana Canva dapat menjadi alat yang efektif untuk menciptakan materi yang menarik dan interaktif bagi siswa.

Ketika saya mulai menunjukkan berbagai fitur di Canva, mata para guru berbinar-binar. Saya memperlihatkan bagaimana mereka bisa merancang poster, presentasi, dan infografis yang bisa membuat pembelajaran menjadi lebih hidup. “Bayangkan, siswa Bapak/Ibu bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan!” kata saya, melihat mereka mulai bersemangat. Setiap penjelasan saya disambut dengan anggukan kepala dan senyuman.

Setelah sesi teori, kami beralih ke praktik langsung dalam pembuatan MPI. Setiap guru dibekali laptop, dan saya memberi mereka tantangan untuk membuat desain sederhana. Mereka mulai bekerja, tertawa dan berdiskusi saat menjelajahi berbagai elemen dan template di Canva. Saya merasa terinspirasi melihat kolaborasi Bapak/ibu, seolah-olah Bapak/Ibu yang hadir bukan hanya sekadar guru, tetapi juga seniman yang sedang menciptakan karya.

Di tengah keseruan, kami berhenti sejenak untuk mendiskusikan tantangan yang mungkin mereka hadapi saat menerapkan multimedia di kelas. Salah satu guru, Ibu Dewi, berbagi pengalamannya tentang kesulitan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. “Terkadang, anak-anak lebih suka bermain gadget mereka daripada belajar,” katanya. Diskusi kami menjadi sangat hidup, dengan setiap orang berbagi ide dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Saat sesi hampir berakhir, saya mengingatkan Bapak/Ibu untuk tidak berhenti berinovasi. “Jadilah guru yang menginspirasi!” kata saya dengan penuh semangat. “Bagikan pengalaman dan ide-ide Bapak/Ibu satu sama lain. Bersama kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.” Saya melihat semangat di mata Bapak/Ibu hadirin, dan itu memberi saya harapan bahwa perubahan positif akan terjadi.

Ketika acara ditutup, kami semua saling berterima kasih atas pengalaman berharga ini. Saya melangkah keluar dari sekolah dengan hati yang penuh antusias. Kolaborasi ini bukan hanya sekadar pematerian, tetapi juga sebuah perjalanan berbagi yang memperkaya kita semua. Saya yakin, dengan pengetahuan yang kami bagikan, para guru SDN Kuripan Lor 2 akan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa-siswi mereka.


Presensi Berbagi Praktik Baik #4

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar




PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #3

Berbagi Praktik Baik #3
Webinar Sahabat PembaTIK Seri 2

Senin, 21 Oktober 2024


Batik Pamiluto lahir dari kolaborasi Sahabat Teknologi Jawa Tengah 2024, yang terdiri dari:

1. Eko Susanto, S.Pd. (SMA Negeri 4 Pekalongan)

2. Robert Syarifudin, S.Pd. (SMA Negeri 1 Randublatung, Kab. Blora)

3. Nurhidayati, S.Pd. (SMA Negeri 3 Tegal)

4. Nur Yahya Hanafi, S.Pd. (SMA Negeri 1 Lasem)

dengan keynote speaker mentor kami sendiri Bapak Tukijo (Duta Teknologi Kemdikbudristek 2017)

Dengan visi dan misi yang sama kami ingin meningkatkan kualitas pembelajaran dan berbagi praktik baik, berkolaborasi untuk menyelenggarakan sebuah webinar yang dinamakan BATIK PAMILUTO. Nama ini mencerminkan semangat kolaborasi dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Jawa Tengah khususnya wilayah Surakarta, sekaligus menjadi akronim dari tema utama yang kami angkat: Berbagi Praktik baik Pembelajaran Asyik, Menyenangkan, Inovatif,dan Leluasa Berteknologi Secara Optimal.

Dalam rangkaian kegiatan PembaTIK Level 4 kami dipertemukan. Dalam diskusi, kami menyadari bahwa tantangan dalam pembelajaran memerlukan solusi kreatif dan inovatif. Setelah keputusan diambil melalui diskusi di whatsapp, tim kecil menentukan peran masing-masing anggota. Kami mulai merencanakan acara, membagi tugas, dan menetapkan agenda. Setiap anggota kelompok diharapkan untuk membagikan praktik baik yang telah mereka terapkan di kelas menggunakan media TIK. “Kita bisa menampilkan beragam metode dan alat yang telah berhasil meningkatkan interaksi siswa,”.

Setiap guru kemudian mengumpulkan materi yang akan dipresentasikan. Dari penggunaan aplikasi pembelajaran, video interaktif, hingga media sosial untuk komunikasi dengan siswa, setiap daerah menawarkan perspektif unik.

Ibu Nurhidayati (Guru TIK & Biologi) dari Tegal mengusung Pembelok Berisik Nan CanTIK "Pembelajaran Berkelompok Berasa Asik dengan Kecanggihan TIK", Pak Robert Syarifudin (Guru Matematika) dari Blora mengusung Inovasi Pembelajaran Terintegrasi TIK dengan strategi MURDER, Pak Nur Yahya Hanafi (Guru PKWU) mengusung PINTER METIK "Pembelajaran Interakti tentang Kewirausahaan Menggunakan TIK", dan saya sendiri mengangkat ALGORITMATIK "Aksi Lintas Grade untuk Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Media TIK" pada pelajaran Sejarah materi Jalur Rempah masa Praaksara.


Setelah semua persiapan selesai, tim mulai mempromosikan webinar melalui media sosial dan jaringan pendidikan di masing-masing daerah. “Kami ingin menjangkau sebanyak mungkin guru dan pendidik lainnya,” jelas koordinator acara. Pendaftaran pun dibuka, dan respons yang diterima sangat positif—banyak guru dari luar daerah juga ingin bergabung untuk belajar dari praktik baik yang akan dibagikan.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Webinar BATIK PAMILUTO dibuka dengan sambutan hangat dari keynote speaker kami Pak Tukijo selaku Duta Teknologi Kemendikbudristek 2017. Suasana antusias dan penuh semangat terasa di seluruh ruang virtual. Setiap kami bergantian mempresentasikan materi yang sudah kami persiapkan, dan peserta lainnya aktif berdiskusi. Tanya jawab yang berlangsung penuh energi membuktikan bahwa para peserta sangat tertarik dan terlibat dalam setiap topik yang dibahas.

Webinar BATIK PAMILUTO bukan hanya berhasil menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara guru-guru dari berbagai daerah. Di akhir acara, semua peserta menyatakan harapan untuk menjadikan webinar ini sebagai kegiatan yang dapat berdampak positif bagi pendidikan di Jawa Tengah khususnya. “Bersama kita bisa menciptakan pembelajaran yang lebih asyik dan menyenangkan!” tutup salah satu guru dengan semangat.

Dengan demikian, BATIK PAMILUTO menjadi simbol kolaborasi dan inovasi dalam pendidikan, menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan media TIK, setiap guru dapat berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa.

Presensi Daring BATIK PAMILUTO #3

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #2

Berbagi Praktik Baik #2
MGMP Sejarah Kota Pekalongan

Kamis, 17 Oktober 2024


Tepat pukul 13.00 siang itu, kegiatan MGMP Sejarah Kota Pekalongan dimulai dengan formal dan tetap santai. Suasana tampak tenang saat moderator mulai membacakan susunan acara. Hari itu, tema yang diangkat adalah PINDAI SEMARPembelajaran Terintegrasi Media TIK untuk Segmentasi Murid” Dengan semangat yang tinggi, 13 orang guru siap menjelajahi cara-cara baru dalam mengajar dengan memanfaatkan platform Canva.

Saya memulai dengan menjelaskan betapa pentingnya media TIK dalam mendukung proses pembelajaran. "Bayangkan jika siswa dapat belajar sejarah bukan hanya melalui buku, tetapi juga dengan media yang menarik dan relevan,". Media yang sudah mencakup berbagai unsur menunjang gaya belajar siswa yang berbeda, ada video pembelajaran, games, materi, dan kuis interaktif yang bisa diakses dalam satu media, bernama Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI). MPI yang saya buat bernama "Jalur Rempah masa Praaksara" relefan dengan materi yang sedang diajarkan pada siswa kelas X SMA Semester 1. Kami berbagi tantangan yang dihadapi di masing-masing sekolah. Setiap guru memiliki pengalaman yang berbeda dalam menghadapi muridnya, dan kami mengeneralisasikan bahwa tantangan yang paling umum adalah minat siswa terhadap pelajaran sejarah.


Setelah sesi pengenalan, guru-guru mulai beranjak ke sesi praktik. Mereka mulai mengetikkan CANVA di kolom pencarian google, siap untuk menjelajahi Canva. "Ayo, kita buat MPI dari mulai dasarnya terlebih dahulu, membuat slide power point". Layar komputer menyala dengan warna-warni desain yang beragam. TDiskusi hangat mengalir saat mereka berbagi ide dan kreativitas.

Dengan khusuk dan telaten, masing-masing guru mulai merancang Media Pembelajaran Interaktif (MPI) yang akan digunakan di kelas. Ada yang membuat timeline peristiwa penting, ada pula yang bingun mencari template yang tepat untuk MPI nya. "Komponen utama dalam pembuatan MPI harus ada Judul, Sasaran, Tujuan Pembelajaran, Uraian Materi, Latihan atau tes, referensi dan nama pengembang" "Pastikan elemn yang dipilih menarik, dan relefan dengan judul yang kita buat" sambil menunjukkan desain yang penuh warna dan gambar-gambar menarik. 

Guru-guru tak hanya fokus pada estetika; mereka juga berdiskusi tentang bagaimana menjadikan pembelajaran kontekstual. "Mari kita masukkan unsur-unsur lokal, seperti peristiwa sejarah yang terjadi di Pekalongan". Pembelajaran sejarah yang terkesan kuno, perlu disandingkan dengan fenomena masa kini, yang sering siswa temui. Agar pembelajaran memang benar-benar related dengan apa yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah beberapa komponen dasar selesai dibuat, saatnya untuk uji coba awal. meskipun dengan waktu yang terbatas, Bapak/Ibu guru peserta diseminasi mendapatkan pemahaman baru dalam pembuatan MPI, yang selama ini hanya menggunakan canva untuk pembuatan media power point saja.

Di akhir berbagi praktik baik, setiap guru membawa pulang lebih dari sekadar pemahaman baru. Bapak/Ibu guru mendapatkan pengalaman berharga tentang kolaborasi, kreativitas, dan penerapan teknologi dalam pendidikan. Hampir semua peserta memang belum bisa menuntaskan pembuatan MPI, karena keterbatasan waktu. Beberapa berpendapat, membuat MPI ini butuh niat yang besar dan konsistensi.

Kegiatan berbagi praktik baik di MGMP Sejarah Kota Pekalongan tidak hanya membekali para guru dengan keterampilan baru, tetapi juga menciptakan sinergi yang lebih kuat antar kami. Dengan memanfaatkan platform Canva dalam pembelajaran terintegrasi TIK, kami siap menghadapi tantangan pendidikan dengan cara yang lebih inovatif dan menarik. Keseruan hari itu membuktikan bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat mengubah cara siswa memahami sejarah—dan siapa yang tahu, mungkin ini akan menjadi awal dari petualangan belajar yang lebih seru di kelas!

Presensi Berbagi Praktik Baik #2

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar




Jumat, 25 Oktober 2024

PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi #1

Berbagi Praktik Baik #1
SMA Negeri 4 Pekalongan

Rabu, 16 Oktober 2024

Awalnya, saya merasa sangat bersemangat ketika mengetahui bahwa nama saya berhasil lulus pembatik level 3 Kreasi dan lolos menuju Pembatik Level 4 Berbagi dan Berkolaborasi. Itu artinya saya sudah menjadi bagian dari sahabat teknologi. Hal ini merupakan langkah besar bagi saya untuk dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan-rekan guru lainnya. Saya tahu bahwa kesempatan ini tidak hanya tentang memperoleh ilmu baru, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya di daerah saya, Kota Pekalongan.

Langkah pertama yang saya ambil adalah melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Proses ini tidaklah mudah, karena saya harus memastikan bahwa semua aspek administratif dan tujuan kegiatan ini sesuai dengan visi dan misi Dinas Pendidikan setempat. Setelah melalui beberapa kali pertemuan dan diskusi, akhirnya saya mendapatkan perizinan serta kesepakatan untuk berkolaborasi dalam kegiatan berbagi praktik baik. Bahkan pihak Dinas Pendidikan menyambut dengan sangat antusias, serta mengajak kolaborasi secara berkelanjutan, terutama dalam komunitas SLCC PGRI Kota Pekalongan. Selanjutnya saya juga melakukan audiensi dan perizinan kepada satuan pendidikan tempat saya mengajar. Saya menemui Ibu Eny Khusnul Hartati, S.Pd., M.Pd. untuk mendapatkan izin beliau kepada saya melaksanakan seluruh rangkaian proses kegiatan pembaTIK di Level 4 ini.


Dengan perizinan tersebut, saya segera mempersiapkan materi dan strategi pengimbasan untuk kegiatan pertama yang akan dilakukan di Sekolah Induk tempat saya mengajar yakni SMA Negeri 4 Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman tentang PINDAI SEMAR "Pembelajaran Terintegrasi Media TIK untuk Segmentasi Murid" bagaimana mengintegrasikan model pembelajaran Kontekstual Learning dengan Multimedia Pembelajaran Interaktif yang saya kembangkan serta memberikan pelatihan singkat membuat MPI menggunakan canva.com, yang saya yakin akan sangat bermanfaat mengingat perkembangan teknologi yang pesat dan pentingnya penguasaan TIK dalam dunia pendidikan saat ini.

Pada hari pelaksanaan, suasana dalam ruangan begitu antusias. Para guru yang hadir sebagai peserta ada 25 orang, dan Bapak/Ibu guru terlihat sangat khusyuk mendengarkan setiap penjelasan yang saya sampaikan. Mereka datang dengan harapan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas masing-masing. Saya memulai sesi dengan memperkenalkan konsep dasar pemanfaatan media TIK dalam pembelajaran, kemudian berlanjut ke contoh konkret tentang bagaimana media TIK bisa mempermudah guru dalam mengelola materi ajar, memperkaya metode pembelajaran, dan meningkatkan interaksi dengan siswa.

    Selama sesi berbagi, saya merasa senang melihat banyak guru yang mulai tertarik dan aktif bertanya. Mereka memberikan respons positif terhadap materi yang saya sampaikan, bahkan ada yang langsung mencatat dan merencanakan untuk mencoba menerapkannya dalam pembelajaran mereka. Beberapa guru mengungkapkan rasa terima kasihnya karena melalui kegiatan ini, mereka merasa lebih percaya diri untuk menggunakan media TIK, yang sebelumnya mungkin terasa cukup menantang. Saya bisa merasakan bahwa mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi mereka benar-benar ingin mengembangkan diri dan menyempurnakan cara mereka mengajar dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Antusiasme mereka membuat saya semakin bersemangat untuk terus berbagi dan berkolaborasi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif.

    Melihat dampak positif yang mulai terlihat di awal kegiatan ini, saya semakin yakin bahwa kolaborasi antar guru, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, akan menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan bagi siswa. Saya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan ini, dan berharap kegiatan berbagi ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan di Kota Pekalongan.




    #BLPTKemendikbudristek
    #MerdekaBelajar
    #PembaTIK2024
    #SahabatTeknologiKemendikbudristek
    #PlatformMerdekaMengajar



    PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi (Audiensi)

    Membangun Sinergi: Audiensi dengan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan

    Rabu, 16 Oktober 2024

    Pagi itu aku melangkah memasuki Dinas Pendidikan Kota Pekalongan dengan semangat tinggi. Setelah ku parkirkan sepeda motorku di depan pos satpam, langkah ini tertuju ke sebuah ruangan dengan pintu terbuka. Sudah berkumpul karyawan dinas dengan posisi duduk di kursi kerjanya masing-masing. Terdengar obrolan santai terlontar satu sama lain. Salah satu meja di antaranya ku tuju, seorang Bapak dengan rambut yang sudah memutih. Ku sapa beliau, ku buka obrolan dengan perkenalan diri sambil mencoba meraih tangannya untuk dijabat. Setelah tau maksud dan tujuanku, beliau langsung menyodorkanku ke salah satu karyawan lain yang berada tepat di sebelah meja kerjanya. Ibu Arti Rohjatmi namanya, Ketua SLCC PGRI Kota Pekalongan. Ku utarakan kembali maksud dan tujuanku datang kemari. Tanpa berlama-lama, beliau bergegas dan mengantarkanku ke ruangan berbeda dari posisi kami berada.

    Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan audiensi mengenai program PembaTIK Level 4 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek sejak 2017. Begitu tiba, aku disambut dengan hangat oleh Bapak Mabruri, S.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Senyumnya dan sikap terbukanya membuat saya merasa langsung nyaman untuk berdiskusi.

    Dalam pertemuan itu, aku menjelaskan secara rinci mengenai tujuan dan manfaat program PembaTIK Level 4. Aku berbagi bagaimana program ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan teknologi informasi para pendidik, tetapi juga mendorong kolaborasi antar sekolah. Bapak Mabruri mendengarkan dengan seksama, menunjukkan ketertarikan dan memberikan beberapa pertanyaan yang mendalam. Respon positifnya menunjukkan bahwa kami berada pada jalur yang tepat.

    Setelah pemaparan singkat, Bapak Mabruri memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Beliau menyatakan bahwa Dinas Pendidikan siap berkolaborasi dan mendukung setiap langkah yang diambil untuk merealisasikan PembaTIK. Dukungan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari dinas dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ke depan. Ini adalah sebuah angin segar yang membuatku semakin bersemangat.

    Tidak hanya itu, Bapak Mabruri juga memberikan pesan positif yang menguatkan. Beliau menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan dan bagaimana kolaborasi dapat menciptakan ekosistem belajar yang lebih baik. Dengan semangat yang membara, ia mengajak kami untuk terus berinovasi dan bersinergi demi kemajuan pendidikan di Pekalongan.

    Akhirnya, pertemuan ditutup dengan harapan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat di masa mendatang. Aku merasa optimis dengan dukungan yang diberikan dan percaya bahwa program PembaTIK Level 4 akan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kota Pekalongan. Kunjungan ini bukan hanya sekadar audiensi, tetapi juga awal dari sebuah kolaborasi yang menjanjikan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.


    #BLPTKemendikbudristek
    #MerdekaBelajar
    #PembaTIK2024
    #SahabatTeknologiKemendikbudristek
    #PlatformMerdekaMengajar

    PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi (Penerapan MPI di Kelas)

    Pembelajaran Sejarah

    Menelusuri Jalur Rempah Masa Praaksara: Pembelajaran Kontekstual Berbasis Multimedia Interaktif dengan Pendekatan Diferensiasi & Kearifan Lokal


    Di pagi yang cerah, siswa-siswi kelas X 5 berkumpul di ruang kelas dengan antusiasme yang tinggi. Setelah memberikan salam dan melakukan presensi, suasana kelas dipenuhi dengan aroma makanan khas dari Kota Pekalongan yang mereka bawa. Megono, tauto, dan kluban botok menjadi pembuka yang sempurna untuk pembelajaran hari ini. Dengan senyum lebar, saya mengajak mereka untuk mencicipi makanan tersebut, sembari menjelaskan pentingnya rempah-rempah dalam sejarah dan budaya kita.

    Setelah apersepsi awal mengingat kembali materi sebelumnya, kami melanjutkan dengan ice breaking. Saya meminta siswa untuk berdiri melakukan peregangan dengan senam irama, anak-anak tampak ceria dan ini berhasil membawa mereka lebih rileksasi sebelum mendapatkan materi sejarah.

    Selanjutnya, saya memperkenalkan materi umum tentang Jalur Rempah. Dengan menggunakan slide PPT sederhana, saya memaparkan bagaimana rempah-rempah dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi komoditas yang sangat dicari di dunia. di dalam slide ppt yang saya sampaikan, saya mengajak siswa untuk memindai barcode yang saya sediakan, mengarahkan mereka menuju Media Pembelajaran Interaktif (MPI) yang telah saya siapkan. Di sana, mereka dapat memahami lebih dalam tentang sejarah, jalur perdagangan, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat masa lalu.

    Setelah sesi pemahaman materi, saya membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan gaya belajar mereka. Dengan pendekatan diferensiasi, siswa dengan kemampuan auditori ditugaskan untuk membuat lagu tentang jalur rempah menggunakan ChatGPT dan Suno AI. Sementara itu, siswa dengan kemampuan visual diminta untuk menciptakan komik yang menggambarkan perjalanan rempah-rempah menggunakan AI Comic Factory, ChatGPT, dan Canva. Siswa yang lebih kinestetik diberi tugas untuk membuat poster yang mengidentifikasi rempah-rempah dari bekal makanan mereka, sekaligus mencari tahu daerah asal penghasil rempah tersebut.

    Siswa-siswa tampak sangat antusias bekerja dalam kelompok mereka. Mereka saling berdiskusi, berbagi ide, dan berkolaborasi untuk menciptakan hasil yang menarik. Beberapa dari mereka terlihat serius saat merancang poster, sementara yang lain riang gembira menciptakan lagu yang akan dipresentasikan. Suasana kelas yang dinamis mencerminkan keberagaman cara belajar yang diterapkan, membuat setiap siswa merasa terlibat dan berkontribusi.

    Saat waktu belajar mendekati akhir, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya mereka. Siswa yang membuat lagu menyanyikannya dengan penuh semangat, sementara kelompok lain menampilkan komik yang menggambarkan jalur rempah dengan ilustrasi yang menarik. Poster yang dihasilkan pun menarik perhatian, menunjukkan kreativitas siswa dalam menghubungkan rempah-rempah dengan bekal yang mereka bawa. Saya merasa bangga melihat bagaimana mereka mampu mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mereka.

    Akhirnya, dengan penutup yang hangat, saya mengajak siswa untuk merefleksikan pembelajaran hari ini dengan menggunakan platform Quizizz yang menarik. anak-anak antusias, mereka seperti berkompetisi mendapatkan peringkat pertama. Lalu setelah pembelajaran, mereka menyadari bahwa jalur rempah bukan hanya tentang perdagangan, tetapi juga tentang budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang termuat dalam 5 pilar Jalur Rempah. Melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan beragam ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia. Hari ini menjadi pelajaran yang tak terlupakan, mengajarkan bahwa sejarah bisa dinikmati dengan cara yang menyenangkan.

    Respon siswa dalam pembelajaran yang telah dilakukan

    #BLPTKemendikbudristek
    #MerdekaBelajar
    #PembaTIK2024
    #SahabatTeknologiKemendikbudristek
    #PlatformMerdekaMengajar



      Mangayubagyo Purna Tugas & Penguatan Pembelajaran Inovatif dalam MGMP Sejarah Kota Pekalongan Pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 , Musya...